vandalis dan anarkis
makna kata vandal bisa ditemukan pada halaman 1258 KBBI yang mendaftarkan dua makna untuk vandal. pertama : perusak hasil karya seni dan barang berharga lainnya. kedua, orang suka merusak dan menghancurkan secara kasar dan ganas
Sementara untuk anarki, KBBI edisi sama pada halaman 44 juga mendaftarkan dua makna
pertama : hal tidak adanya pemerintahan, undang-undang, peraturan,atau ketertiban. kedua : kekacauan (dalam suatu negara)
pelaku vandal disebut vandalis, pelaku anarki disebut anarkis. Demikian menurut kaidah lazim dalam Bahasa Indonesia. Dengan kata lain, vandalis berarti orang yang suka merusak secara kasar dan ganas. Bukan orang yang melakukan/menganjurkan/ menganut anarkisme,paham anarki
Sebaliknya, penganut/penganjur/pelaku anarki disebut anarkis. Dengan kata lain, seorang yang mengampanyekan anti pemerintahan, anti negara (dua makna lazim dan utama anarki), tidak bisa disebut sebagai vandalis sampai dia melakukan perusakan.
berbagai literatur juga menyebutkan, vandal dalam khazanah bahasa modern mulai dikenal setelah revolusi perancis. Ada disebutkan bahwa seorang pendeta katolik roma, henri gregorie sebagai orang yang mengenalkan kata vandal itu untuk khazanah bahasa modern.
Lelaki yang biasa dipanggil abbe Gregoire itu menggunakan kata vandal untuk menggambarkan kerusakan luar biasa akibat revolusi perancis. kata itu disarikannya dari berbagai catatan tentang sejarah Roma.
sejarah Roma mencatat pada abad kelima, kerajaan barat atau roma diserbu koalisi dua pasukan besar, visigoth yang bermukin di jerman timur dan Hun yang bermukim di padang rumput eropa. luar biasa rusaknya roma karena serbuan itu.
Serbuan itu terdengar sampai ke orang arab, salah satu bangsa pembawa kabar utama di dunia kala itu. karena informasi geografi belum sebaik sekarang, orang arab menduga visigoth tinggal di spanyol utara. orang arab menyebut spanyol sebagai andalusia atau Al andalus.
Ke mana-mana mereka mewartakan roma diserbu pada Al-Andalus. lama-lama, sebagian orang mendengar al-andalus sebagai quandal. kata quandal yang dilafalkan secara cepat akan terdengar sebagai vandal. Maka tercatat pula kabar Roma dihancurkan oleh para Vandal. di mana-mana tersiar kaum vandal adalah perusak.
selanjutnya, mari kita lihat siapa yang paling dikenal sebagai penganjur anarki di Indonesia? tidak stinner maupun proudhon. Di sini Bakunin lebih terkenal sebagai penganjur anarki. Di sini pula, segala sesuatu berbau Rusia dianggap kiri dan dianggap sama semua sehingga dinyatakan tidak layak hidup. Padahal, anarkisme
berbeda dengan marxisme (yang ditentang oleh pemerintah), meski sama-sama dikelompokan dalam gerbong kiri.
Lalu, seperti banyak dirisaukan oleh jurnalis senior dan pemikir jurnalisme Indonesia, jurnalis disini terlalu sering ikut kata pejabat. seolah hanya dari pejabatlah semua kebenaran itu.
Kebetulan, banyak pejabat di Indonesia (entah sipil maupun militer) suka sekali menyebut kerusuhan (bukan pelakunya) sebagai anarkis (sering dilafalkan anarkhis dengan kh yang ditekan). karena bangsa ini cenderung latah, berhamburanlah kata anarkis itu di halaman- halaman koran dan spot-spot radio/televisi
Terakhir, para pengasuh kolom bahasa di berbagai media sudah kerap kali berpendapat : Banyak orang indonesia belum bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Salah satunya, mungkin campur aduk antara makna anarki dan vandal tadi.
Sementara untuk anarki, KBBI edisi sama pada halaman 44 juga mendaftarkan dua makna
pertama : hal tidak adanya pemerintahan, undang-undang, peraturan,atau ketertiban. kedua : kekacauan (dalam suatu negara)
pelaku vandal disebut vandalis, pelaku anarki disebut anarkis. Demikian menurut kaidah lazim dalam Bahasa Indonesia. Dengan kata lain, vandalis berarti orang yang suka merusak secara kasar dan ganas. Bukan orang yang melakukan/menganjurkan/ menganut anarkisme,paham anarki
Sebaliknya, penganut/penganjur/pelaku anarki disebut anarkis. Dengan kata lain, seorang yang mengampanyekan anti pemerintahan, anti negara (dua makna lazim dan utama anarki), tidak bisa disebut sebagai vandalis sampai dia melakukan perusakan.
berbagai literatur juga menyebutkan, vandal dalam khazanah bahasa modern mulai dikenal setelah revolusi perancis. Ada disebutkan bahwa seorang pendeta katolik roma, henri gregorie sebagai orang yang mengenalkan kata vandal itu untuk khazanah bahasa modern.
Lelaki yang biasa dipanggil abbe Gregoire itu menggunakan kata vandal untuk menggambarkan kerusakan luar biasa akibat revolusi perancis. kata itu disarikannya dari berbagai catatan tentang sejarah Roma.
sejarah Roma mencatat pada abad kelima, kerajaan barat atau roma diserbu koalisi dua pasukan besar, visigoth yang bermukin di jerman timur dan Hun yang bermukim di padang rumput eropa. luar biasa rusaknya roma karena serbuan itu.
Serbuan itu terdengar sampai ke orang arab, salah satu bangsa pembawa kabar utama di dunia kala itu. karena informasi geografi belum sebaik sekarang, orang arab menduga visigoth tinggal di spanyol utara. orang arab menyebut spanyol sebagai andalusia atau Al andalus.
Ke mana-mana mereka mewartakan roma diserbu pada Al-Andalus. lama-lama, sebagian orang mendengar al-andalus sebagai quandal. kata quandal yang dilafalkan secara cepat akan terdengar sebagai vandal. Maka tercatat pula kabar Roma dihancurkan oleh para Vandal. di mana-mana tersiar kaum vandal adalah perusak.
selanjutnya, mari kita lihat siapa yang paling dikenal sebagai penganjur anarki di Indonesia? tidak stinner maupun proudhon. Di sini Bakunin lebih terkenal sebagai penganjur anarki. Di sini pula, segala sesuatu berbau Rusia dianggap kiri dan dianggap sama semua sehingga dinyatakan tidak layak hidup. Padahal, anarkisme
berbeda dengan marxisme (yang ditentang oleh pemerintah), meski sama-sama dikelompokan dalam gerbong kiri.
Lalu, seperti banyak dirisaukan oleh jurnalis senior dan pemikir jurnalisme Indonesia, jurnalis disini terlalu sering ikut kata pejabat. seolah hanya dari pejabatlah semua kebenaran itu.
Kebetulan, banyak pejabat di Indonesia (entah sipil maupun militer) suka sekali menyebut kerusuhan (bukan pelakunya) sebagai anarkis (sering dilafalkan anarkhis dengan kh yang ditekan). karena bangsa ini cenderung latah, berhamburanlah kata anarkis itu di halaman- halaman koran dan spot-spot radio/televisi
Terakhir, para pengasuh kolom bahasa di berbagai media sudah kerap kali berpendapat : Banyak orang indonesia belum bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Salah satunya, mungkin campur aduk antara makna anarki dan vandal tadi.
