Ijon
Sekitar awal tahun 1990-an, saya melihat ada beberapa buku pelajaran untuk kejar paket A atau kegiatan pemberantasan buta huruf di desa. Buku-buku bersampul biru itu banyak menulis contoh kehidupan di desa.
Salah satu pokok bahasan utama di buku-buku soal bahaya ijon. Dalam sistem ijon, petani menjual tanamannya jauh hari sebelum dipanen. Alasan klasik, petani butuh dana dan tidak ada sumber selain tengkulak. Petani tidak punya hal lain untuk dijual selain tanaman di lahannya.
Sistem ijon ini dituding sebagai penyebab petani (produsen) menerima harga murah. Sementara konsumen menerima harga sangat mahal. Yang untung, tentu saja tengkulak alias pedagang.
Dengan kata lain, ijon membeli barang yang baru ada di masa depan. Dalam aktifitas bursa modern ijon diberi nama lebih keren, spekulasi. Bursa tempat spekulasi juga diberi nama keren, bursa berjangka atau futures. Dalam bursa modern itu tengkulak juga dapat istilah tidak kalah keren, pialang.
Aneh sekali, untuk mereka yang di desa dan buta huruf sudah diajarkan betapa bahayanya sistem Ijon. Tetapi, pasar global masa kini sepenuhnya berisi sistem ijon. Lihatnya bursa komoditas di seluruh dunia.
Kedelai dan jagung yang akan dijual pada oktober sudah dibeli pada Mei. Untuk sistem itu diberi label keren lainnya, kontrak.
Hasilnya, pembuat tempe di mana-mana pada menjerit saat kedelai melejit. Peternak tercekik gara-gara harga jagung meroket sehingga ternak terancam marasmus karena kurang makan. Paling parah, minyak melonjak tidak karuan.
Semua karena ijon yang diberi label keren spekulasi dan tempat aktifitasnya bernama bursa berjangka.
Salah satu pokok bahasan utama di buku-buku soal bahaya ijon. Dalam sistem ijon, petani menjual tanamannya jauh hari sebelum dipanen. Alasan klasik, petani butuh dana dan tidak ada sumber selain tengkulak. Petani tidak punya hal lain untuk dijual selain tanaman di lahannya.
Sistem ijon ini dituding sebagai penyebab petani (produsen) menerima harga murah. Sementara konsumen menerima harga sangat mahal. Yang untung, tentu saja tengkulak alias pedagang.
Dengan kata lain, ijon membeli barang yang baru ada di masa depan. Dalam aktifitas bursa modern ijon diberi nama lebih keren, spekulasi. Bursa tempat spekulasi juga diberi nama keren, bursa berjangka atau futures. Dalam bursa modern itu tengkulak juga dapat istilah tidak kalah keren, pialang.
Aneh sekali, untuk mereka yang di desa dan buta huruf sudah diajarkan betapa bahayanya sistem Ijon. Tetapi, pasar global masa kini sepenuhnya berisi sistem ijon. Lihatnya bursa komoditas di seluruh dunia.
Kedelai dan jagung yang akan dijual pada oktober sudah dibeli pada Mei. Untuk sistem itu diberi label keren lainnya, kontrak.
Hasilnya, pembuat tempe di mana-mana pada menjerit saat kedelai melejit. Peternak tercekik gara-gara harga jagung meroket sehingga ternak terancam marasmus karena kurang makan. Paling parah, minyak melonjak tidak karuan.
Semua karena ijon yang diberi label keren spekulasi dan tempat aktifitasnya bernama bursa berjangka.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home