Korupsi
Jangan sekali-sekali mengungkapkan korupsi yang melibatkan petugas negara. Bisa dituduh mencemarkan nama baik, mencuri dokumen, bahkan hukuman mati.
Dulu lazim sekali orang diadukan mencemarkan nama baik karena disebut koruptor. Penyelidikan kasus itu bahkan didahulukan dibandingkan dengan penyelidikan dugaan korupsi.
Kemudian muncul juga tuduhan mencuri dokumen jika melaporkan kasus korupsi. Sekali lagi tuduhan itu diutamakan penyelidikannya oleh yang berwenang.
Yang terbaru, Dicky Iskandar Dinata dituntut hukuman mati karena dianggap tahu ke mana saja dana hasil pembobolan BNI sebesar Rp 1,3 triliun dilarikan. Dana itu antara lain disebutkan Dicky masuk ke rekening beberapa penyidik kasus tersebut, katakanlah Samuel Ismoko dan Irman yang sekarang diadili. Dicky juga menyebut ada dana untuk sesuatu bernama Trunojoyo I. Penyelidikan kasus itu tidak pernah jelas kelanjutannya meski yang berwenang pernah menyatakan akan menindaklanjuti semua informasi terkait kasus pembobolan itu.
Tuntutan kepada Dicky (yang diduga ikut berperan mengatur perjalanan dana hasil pembobolan itu) lebih berat dibandingkan dengan tuntutan kepada Andrian Waworuntu yang telah ditetapkan sebagai salah satu penulis skenario kasus itu. Andrian mendapat ganjaran hukuman seumur hidup. Bedanya, Andrian memberikan uang sewa untuk menumpang tidur di kantor penyidik.
Jadi, jangan sekali-sekali melaporkan kasus korupsi. Bisa-bisa dihukum mati.
Dulu lazim sekali orang diadukan mencemarkan nama baik karena disebut koruptor. Penyelidikan kasus itu bahkan didahulukan dibandingkan dengan penyelidikan dugaan korupsi.
Kemudian muncul juga tuduhan mencuri dokumen jika melaporkan kasus korupsi. Sekali lagi tuduhan itu diutamakan penyelidikannya oleh yang berwenang.
Yang terbaru, Dicky Iskandar Dinata dituntut hukuman mati karena dianggap tahu ke mana saja dana hasil pembobolan BNI sebesar Rp 1,3 triliun dilarikan. Dana itu antara lain disebutkan Dicky masuk ke rekening beberapa penyidik kasus tersebut, katakanlah Samuel Ismoko dan Irman yang sekarang diadili. Dicky juga menyebut ada dana untuk sesuatu bernama Trunojoyo I. Penyelidikan kasus itu tidak pernah jelas kelanjutannya meski yang berwenang pernah menyatakan akan menindaklanjuti semua informasi terkait kasus pembobolan itu.
Tuntutan kepada Dicky (yang diduga ikut berperan mengatur perjalanan dana hasil pembobolan itu) lebih berat dibandingkan dengan tuntutan kepada Andrian Waworuntu yang telah ditetapkan sebagai salah satu penulis skenario kasus itu. Andrian mendapat ganjaran hukuman seumur hidup. Bedanya, Andrian memberikan uang sewa untuk menumpang tidur di kantor penyidik.
Jadi, jangan sekali-sekali melaporkan kasus korupsi. Bisa-bisa dihukum mati.
